Selasa, 10 Mei 2011

Pohon Ki Tamblek Mulai Diteliti



DEPOK - Potensi pohon African Baobab yang menjadi koleksi terbaru Universitas Indonesia (UI) menarik perhatian para peneliti.

Kepala Kantor Sekretariatat Pimpinan UI Devie Rahmawati menjelaskan, saat ini sedikitnya sudah ada sepuluh mahasiswa magister bidang kajian Ilmu Herbal meneliti pohon yang juga dikenal dengan nama pohon Ki Tamblek itu.

"Hasil penelitian nantinya akan memperlihatkan produk apa yang layak dikembangkan dan diberikan masyarakat dari pohon African Baobab tersebut," kata Devie kepada okezone, Jumat (6/5/2011).

Devie menambahkan, karena potensinya sebagai sumber ilmu, UI akan membuka pintu bagi peneliti dari kampus lain yang tertarik melakukan riset terkait pohon tersebut.

Pohon African Baobab atau yang dikenal dengan sebutan Ki Tambleg sarat akan vitamin C. Kandungan vitamin C dalam pohon ini enam kali lebih banyak dari jeruk. Kadar Kalsiumnya pun lebih banyak dari yang terdapat di susu.

Pohon raksasa itu pun serba guna. Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai lalap dan sayuran, kulitnya dapat digunakan untuk membuat tali, bahkan pakaian. Selain kandungan mineralnya yang tinggi, pohon ini juga mengandung zat-zat yang dipergunakan dalam pengobatan tradisional.

"Di eropa, buah pohon tersebut, diterima sebagai produk alam dari Afrika yang kemudian daging buahnya diproduksi dalam kemasan bubuk yang khusus dipergunakan masyarakat Eropa, sebagai penambah bahan untuk mengolah sup dan berbagai makanan olahan lainnya," kata Devie mengimbuhkan.

Devie menjelaskan, UI dan Ikatan Alumni Ui (Iluni) akan menggandeng banyak pihak untuk mengembangkan riset-riset terapan yang akan memanfaatkan pohon ini untuk kepentingan publik yang luas. Ini dilakukan mengingat khasiat pohon multiguna tersebut. Potensi Pohon Ki Tamblek sangat besar untuk menjadi pohon masa datang dan mengawal peradaban manusia (sustainable future).

UI memindahkan pohon berdiameter rata–rata 3,5-4,7 m dan berat 50-120 ton itu sejak akhir September tahun lalu dari tempat asalnya di Subang, Jawa Barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar