Senin, 07 November 2011

suami-suami idaman

Setelah membaca beberapa artikel, cerita dan kisah, saia memutuskan untuk memasukkan cerita ini kedalam blog saia, sebuah kisah nyata tentang perjuangan cinta seorang suami terhadap istrinya, cinta suci yang terhalang tak imagi duniawi.

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang
jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata: “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak
menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

“Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkinbapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian”. Sejenak kerongkongannya tersekat. Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah
tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu. Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya… “BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Subhanallah, saudara-saudara, renungkanlah cerita diatas, resapi semua aliran kisahnya, semoga kita bisa mencintai seperti Pak Eko mencintai istrinya, Amin Ya Rabbal’alamin.

apa profesimu?

kawan pasti engkau pernah bertanya pada seseorang atau kamu sendiri yang ditanya seseorang tentang profesi yang digelutinya, ada yang menjawab bekerja sebagai dokter, insinyur, manajer, direktur bahkan ada pula yang dengan jujurnya menjawab menjadibtukang sapu, tukang kebon,tukang parkir, supir dan sebagainya.

jika menjalani profesi yang bergengsi pasti engkau kan merasa bangga dan kadang besar hati. jika engkau suatu saat berada dibawah semisal menjadi tukang sapu atau OB lah cara halusnya, masihkah engkau merasa bangga dengan profesimu atau malah malu karena mendapat profesi tersebut. hayoo coba jawab?

rasa malu itu wajar karena hakekatnya manusia inginya mendapatkan yang terbaik untuk kehidupanya, namun jangan sampai rasa malu itu tumbuh dan berkembang terus didalam dirimu justru itulah yang akan menghambatmu mencapai puncak tertinggi yang engkau impikan, tenang kawan, pendidikan tinggi tak tentu menjadi orang akan mendapatkan pekerjaan terbaik tapi orang yang mau bekerja keras dan berinovasilah yang bisa meraih puncak kesuksesan.

bagaimana mau mencoba kawan?

sebuah kisah menarik semoga bisa diambil hikmahnya, InsyaAllah

Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah setengah baya.

Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. ”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh…saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore untuk menengok anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu. ”Wouw… hebat sekali putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak adik-adik nya?” ”Oh ya tentu”, si Ibu bercerita : ”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat berkerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, dan yang ke tujuh menjadi Dosen di sebuah perguruan tinggi terkemuka Semarang.”” Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ?” Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ”Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.” kata sang Ibu. Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu… mungkin ibu agak kecewa ya dengan anak ibu yang pertama, karena adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi seorang petani?” Apa jawab sang ibu..??? Apakah anda ingin tahu jawabannya..??? ….Dengan tersenyum ibu itu menjawab : ”Ooo …tidak, tidak begitu nak….Justru saya SANGAT BANGGA dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”… Pemuda itu terbengong….

kawanku apa hikmah yang bisa dipetik Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting di dunia ini bukanlah SIAPAKAH KAMU? tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN?”

apapun profesimu jangan pernah merasa malu jadikan itu sarana ibadah untuk mendekatkan diri kepada tuhanmu. InsyaAllah hidupmu pasti kan berkah

semoga bermanfaat.

Selasa, 10 Mei 2011

Pohon Ki Tamblek Mulai Diteliti



DEPOK - Potensi pohon African Baobab yang menjadi koleksi terbaru Universitas Indonesia (UI) menarik perhatian para peneliti.

Kepala Kantor Sekretariatat Pimpinan UI Devie Rahmawati menjelaskan, saat ini sedikitnya sudah ada sepuluh mahasiswa magister bidang kajian Ilmu Herbal meneliti pohon yang juga dikenal dengan nama pohon Ki Tamblek itu.

"Hasil penelitian nantinya akan memperlihatkan produk apa yang layak dikembangkan dan diberikan masyarakat dari pohon African Baobab tersebut," kata Devie kepada okezone, Jumat (6/5/2011).

Devie menambahkan, karena potensinya sebagai sumber ilmu, UI akan membuka pintu bagi peneliti dari kampus lain yang tertarik melakukan riset terkait pohon tersebut.

Pohon African Baobab atau yang dikenal dengan sebutan Ki Tambleg sarat akan vitamin C. Kandungan vitamin C dalam pohon ini enam kali lebih banyak dari jeruk. Kadar Kalsiumnya pun lebih banyak dari yang terdapat di susu.

Pohon raksasa itu pun serba guna. Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai lalap dan sayuran, kulitnya dapat digunakan untuk membuat tali, bahkan pakaian. Selain kandungan mineralnya yang tinggi, pohon ini juga mengandung zat-zat yang dipergunakan dalam pengobatan tradisional.

"Di eropa, buah pohon tersebut, diterima sebagai produk alam dari Afrika yang kemudian daging buahnya diproduksi dalam kemasan bubuk yang khusus dipergunakan masyarakat Eropa, sebagai penambah bahan untuk mengolah sup dan berbagai makanan olahan lainnya," kata Devie mengimbuhkan.

Devie menjelaskan, UI dan Ikatan Alumni Ui (Iluni) akan menggandeng banyak pihak untuk mengembangkan riset-riset terapan yang akan memanfaatkan pohon ini untuk kepentingan publik yang luas. Ini dilakukan mengingat khasiat pohon multiguna tersebut. Potensi Pohon Ki Tamblek sangat besar untuk menjadi pohon masa datang dan mengawal peradaban manusia (sustainable future).

UI memindahkan pohon berdiameter rata–rata 3,5-4,7 m dan berat 50-120 ton itu sejak akhir September tahun lalu dari tempat asalnya di Subang, Jawa Barat

telepon pintar dari kertas elektronik



Paperphone digunakan dengan cara dilipat dan menulis di atasnya


Prototipe telepon pintar yang dibuat dari kertas elektronik telah dibuat oleh peneliti Kanada.

PaperPhone dapat melakukan apa saja seperti dalam telepon pintar misalnya menelepon, mengirimkan pesan pendek, memainkan musik dan memuat buku elektronik.

Gadget ini akan melakukan fungsi dan fitur yang berbeda ketika terlipat dan ditekuk di sudut-sudut dan sisinya.

"Semuanya bisa terlihat dan dirasakan seperti ini dalam lima tahun mendatang," ujar penciptanya Dr Roel Vertegaal.

Telepon pintar ini muncul dari kerja sama antara peneliti di Human Media Lab di Queen's University, Kanada dan grup Motivational Environments Research dari Arizona State University.

"Anda berinteraksi dengan melipatnya menjadi sebuah telepon seluler, melipat sudutnya menjadi halaman buku atau menulis dengan pulpen," lanjutnya.

Prototipe yang tebalnya beberapa milimeter ini dibuat teknologi e-ink yang digunakan dalam buku elektronik Kindle dari Amazon. Dan kemudian digabungkan dengan teknologi sensor yang lentur dan layar sentuhnya untuk menggambar atau menulis.

Prototipe ini dibuat untuk menyelidiki bagaiman mudahnya orang melipat dan melebarkan alat seperti ini.

Versi awalnya terkait dengan sebuah komputer laptop untuk untuk menerjemahkan dan merekam.

Dr Vertegaal meramalkan penggunaan versi lebar PaperPhone kemungkinan membuat kantor tanpa kertas semakin dekat perwujudannya.

Prototipe PaperPhone akan diperlihatkan 10 Mei di konferensi Computer Human Interaction di Vancouver.

Pada saat yang sama tim peneliti akan memamerkan perangkat yang disebut Snaplet. Alat ini akan menampilkan fungsi yang berbeda tergantung bagaimana di dia dilipat.

Enam Planet Segaris di Langit Subuh


Selama Mei ini, penduduk Bumi dapat melihat enam planet anggota tata surya berada nyaris segaris di sepanjang ekliptika (bidang edar semu Matahari). Demikian artikel Geoff Gaherty di media online Space.com, Kamis (28/4/2011).

Empat dari enam planet itu dapat dilihat dengan mata telanjang, yaitu Yupiter, Mars, Merkurius, dan Venus. Dua planet lain dapat dilihat dengan binokuler atau teleskop kecil, yaitu Uranus dan Neptunus.

Di Jakarta, planet-planet itu baru dapat diamati mulai pukul 04.40. Kelima planet selain Neptunus berada pada ketinggian 5-15 derajat di arah timur tempat Matahari terbit. Adapun Neptunus terpisah agak jauh di ketinggian 55 derajat.

Untuk dapat melihat planet-planet itu, langit harus cerah dan medan pandang ke ufuk timur tidak terhalang. Hambatan utama pengamatan adalah posisi planet yang rendah dan waktu pengamatan terbatas sampai pukul 05.00. Setelah itu, cahaya planet-planet yang redup akan kalah dengan sinar Matahari.

Yang termudah mencari Venus lebih dulu, yaitu planet terang dengan posisi paling tinggi di antara planet yang bisa diamati tanpa alat lain. Adapun planet terterang kedua, Yupiter, ada di bagian paling bawah. Sedikit di atas Yupiter terdapat Mars dan semakin ke atas ada Merkurius